Tahun ini saya masih berpuasa di Toronto. Dan setelah berjalan pagi di hari Minggu puasa hari ke 2 ini, saya terkenang akan masa kecil berpuasa di Bangka.
Seingat saya mulai belajar berpuasa ketika tinggal di Belinyu masa tahun 1955 hingga 1957. Kala itu saya masih duduk di Sekolah Rendah/Rakyat, SR biasa disebut, kelas 2. Saya sering terbangun di waktu sahur ketika Papa dan Onen bangun dan sedang menghadapi makan sahur mereka bersama Chot. Saya ikut duduk dan makan bersama. Yang sangat saya rasakan perbedaanya waktu itu adalah adanya buah korma selama bulan berpuasa itu hadir dirumah kami. Dan sesudah itu buah tsb seakan lenyap dan hilang. Disamping korma, biasanya untuk berbuka Onen selalu membuat acar ketimun yg dipotong kecil² diberi irisan cabe lalu digulai (dikasi setrup) dan dimasukkan ke peti es. Dan ketika berbuka baru diminum dan rasanya lepas haus sehari itu. Juga cincau tak lupa bersatu dgn buah beluluk yg dikasi setrup merah. Dan menjelang hari Raya, tampak persiapan yg dilakukan Onen utk menyambut teman² Papa dan Onen ke rumah ber hari Rayo. Hari itu adalah hari yg sangat menyenangkan saya karena umumnya teman² Papa kalau datang selalu memberi duit kepada kami. Tanya mereka macam², dari mulai tanya apakah saya berpuasa sampai nasihat utk ditabung. Tapi yg dipikiran saya adalah 'alokasi' duit tsb : pertama, akan menyewa sepeda dan pergi ke Tanjung Gudang; kedua, beli rokok dan menghisap ramai² dgn kawan. Terkadang kami sampai lupa bahwa speda sewaan itu lewat jam utk dikembalikan. Lalu yg kami lakukan adalah mengintai toke speda dan sembunyi² dan kemudian pelan² menyorongkon speda tsb kepinggir dinding tokonya dan lari. Terkadang ketahuan dan dikeroce sang Babah.
Tapi seingat saya, toke tsb orang bijaksana sebab tidak pernah mendenda atas keterlamabtan mengembalikan speda tsb, mungkin dalam hatinya asal kembalikan dalam
keadaan baik, mo siongkon lah. Ya ALLAH ampunilah kebengalan masa kanak² saya.
Puasa selanjutnya dibangka saya jalani di Pangkalpinang hingga SMP kelas 3. Dan ini lebih seru lagi...insyaALLAH di tulisan berikutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar